Search

Symbol of Struggle 10.11.12

Mendengar kata Cimohay jadi teringat dengan kenangan indah bersama mamah tercinta :* . Saat itu mungkin usiaku baru sekitar 4 tahunan (lagi lucu-lucunya hahaha narsis dikit boleh kali yaaa 😀 ).  Mamah mengajakku main ke Cimahi. Otomatis ya seneng dong diajak jalan-jalan. Singkat cerita kita pulang nih. eh tiba-tiba ada kakak-kakak tetangga yg sukaa ngegangguin. Mereka bilang mau main ke Cimohay yang tak lain dan juga tak bukan adalah Cimahi !! Hahaha berhasilah mereka mengganggu pikiran polosku. Nangis deh jadinya gara-gara keukeuh pengen ke Cimohay. Dengan sabarnya, akhirnya mamah nganterin lg deh k cimohay alias Cimahi hohohoho (happy ending hehehe)…

Cerita ini mungkin jadi salah satu  puzzle-puzzle kenangan indah dengan mamah :* . Ingin rasanya aku menyusunnya sehingga kisah indah hidupku dengannya menjadi sempurna. Namun anakmu kini terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Mamah bolehkah aku memintamu untuk ada dipelukanmu seperti dahulu ketika aku masih kecil? ketika semua waktuku tak ingin terlewati jika engkau tak ada :’) . Bagiku kaulah simbol perjuangan. Perjuangan abadi yg kau lakukan untuk anakmu tak akan pernah terhenti hanya karena ragamu telah lelah. My mother is my heroes. Love you mom :’). Untuk ayah, kaulah yg menjadi penyempurna puzzle-puzzle ku untuk kemudian. Doaku untukmu ayah :’), Miss you so much !

 

Bogor, 10 November 2012

Go green

Silakan teman-teman yang mau gabung di grup Go Green.Ini nih link-nya. Terbuka untuk siapa saja yg peduli dgn lingkungannya :)

http://www.facebook.com/groups/147443865392631/192958210841196/?comment_id=192961804174170&notif_t=group_comment

Kakek yang Menjadi Inspirasi Hidupku

Hujan yang deras pada malam itu tidak mengurungkan niat saya dan teman saya menuju k agrimart untuk membeli camilan-camilan karna memang jika hujan turun,perut ini terasa cepat lapar.

Kami melangkahkan kaki dengan penuh semangat,karena jika kami lebh cepat sampai di agrimart maka perut kami pun akan cepat terisi pula.Lantas semangat kami pun justru melemah ketika saya mendengar suara yang renta namun tetap penuh semangat dan say melihat senyum yang penuh harapan dari bibir yang pucat itu.Kakek itu menawarkan dagangannya dengan ramah dan tak kenal lelah.Tubuhnya menggigil karena nagin pada malam itu mengantarkan dingin yang amat sangat ke dalam tubuhnya yang renta itu.

Saya tidak tega melihatnya,kami pun segera bergegas pergi dari agrimart setelah camilan yang kami cari terbeli.Keesokan harinya,biasanya setelah magrib kakek itu sudah berada di  sekitar agrimart untuk menjajakan dagangannya.Begitulah hari-hari selanjutnya.

Setiap hari saya lihat senyum itu tetap terkembang dari bibir kakek itu.Semangatnya terus berkobar dalam dirinya,dia tetap bekerja keras,walaupun sudah bukan saatnya kakek itu mencari nafkah untuk keluarganya.Sudah seharusnya kakek menikmati hari tuanya.

Cerita di atas menjadi sebuah kisah yang menginspirasi hidup saya.Betapa besarnya pngorbanan orang tua kepada anaknya.Mereka tak kenal putus asa mencari nafkah untuk membuat anak-anaknya tersenyum ceria.

Saya bulatkan tekad mencari ilmu d kampus tercinta”IPB” denagn niat karena Alloh untuk beribadah kepada-Nya.Saya bertekad untuk terus belajar dengan semangat agar saa juga bisa melihat senyum bahagia dari kedua orang tua saya yang pengorbanannya begitu besar sehingga saya bisa kuliah di IPB ini.

Cerita yang menginspirasiku

Hari itu kira-kira di akhir bulan Juni,saya dan teman saya berangkat ke GWW sekitar pukul 12.30 WIB untuk melakukan registrasi mahasiswa baru.

Ketika masuk ke gedung itu saya melihat banyak mahasiswa angkatan 47 yang melakukan daftar ulang sama seperti saya.Tahap demi tahap saya lewati dan akhirnya selesai juga.

Saya keluar dari GWW sekitar pukul 16.30 WIB,hemmmzz begitu lelah rasanya.Saya dan teman saya membeli bakso yang berada di depan GWW.Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya.Kami lupa tidak membawa payung.Hari sudah sore.Akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk hujan-hujanan.

Di tengah perjalanan,saya melihat segerombolan anak kcil membawa payung.Lalu salah satu dari mereka menghampiri saya.Anak itu menawarkan payungnya kepada saya.Anak itu memberikan payungnya kepada saya dan teman saya.Anak itu rela tubuhnya kehujanan untuk mencari uang.Kami tidak tega melihatnya lalu kami pun mengajaknya untuk berada di bawah payungnya.

Setelah beberapa lama,saya bertanya pada anak itu memakai bahasa Indonesia ttapi anak itu tidak mengerti dengan pertanyaan yang saya lontarkan.Akhirnya saya menggunakan bahasa sunda sehingga anak itu mengerti.

Akhirnya kami pun sampai di asrama.Anak itu tidak menargetkan harga.Lalu kami berinisiatif untuk memberinya uang hanya sejumlah Rp.4000.Terlihat raut wajah yang senang terpancar dari anak itu.Anak itu pun bergegas pergi.

Cerita itu menjadi inspirasi untuk hidup saya untuk belajar mandiri dan mulai melakukan sesuatu yang dapat membanggakan orang tua saya.Semoga niat itu dapat segera tercapai.Amiin!!!!!